Blog

Keratosis Aktinik Adalah

Sumber: alodokter.com

Apa itu keratosis aktinik? Menurut dr. Tjin Willy dari alodokter.com keratosis
aktinik adalah kondisi kulit menjadi kasar, bersisik dan menebal sebagai akibat dari paparan
sinar matahari dengan jangka waktu lama atau karena menggunakan alat tanning untuk
menghitamkan kulit. Keratosis aktinik juga memiliki nama lain yaitu solar keratosis. Penyakit
ini biasanya dialami oleh orang dengan usia empat puluh tahun ke atas dan orang yang sering
beraktivitas di bawah sinar matahari dalam waktu lama. Kondisi ini juga memiliki potensi
menyebabkan kanker kulit. Lalu apa saja gejala dari penyakit keratosis aktinik ini? gejala dari
penyakit ini umumnya timbul pada bagian kulit yang sering terpapar langsung cahaya
matahari. Gejala lainnya adalah seperti kulit bersisik, kasar dan menebal, kulit berubah warna
menjadi kemerahan atau kecokelatan dan area kulit yang mengalami kelainan berdiameter 2,5
cm atau lebih kecil. Penyakit ini juga menyebabkan rasa sakit dan gatal serta panas di sekitar
area kulit. Kelainan pada kulit ini biasanya terjadi di kulit, kepala, wajah, bibir dan punggung
tangan. Menurut hellosehat.com dalam banyak kasus, aktinik keratosis dianggap sebagai
tahap ‘in situ’ lesi karsinoma sel skuamosa, yang berarti lesi tersebut berbatas di satu lokasi
hingga tidak menyerang jaringan lainnya. Secara umum penyebab dari penyakit keratosis
aktinik adalah paparan sinar matahari secara langsung dalam waktu yang lama, namun
terdapat penyebab lainnya yang lebih berbahaya seperti radiasi ultraviolet dari lampu salon
tanning. Selain itu paparan ekstensif terhadap X-ray atau sejumlah bahan kimia industri dapat
menjadi pemicu penyakit ini.


Lalu bagaimana cara mengobatinya? Apakah harus ke dokter? Biasanya keratosis
aktinik dapat sembuh dengan sendirinya. Kamu dapat menggunakan tabir surya dan
pelembab kulit untuk menghindari kontak langsung antara sinar matahari dan kulit, ini juga
dapat menghindari kondisi kulit agar tidak semakin parah. Namun dalam beberapa kasus
keratosis aktinik memerlukan penanganan khusus dan konsultasi dengan dokter. Jenis
pengobatan dapat dilakukan tergantung keparahan gejala yang dialami. Obat-obatan yang
dapat digunakan antara lain sebagai berikut.
1. Gel antiflamasi nonsteroid (NSAIDs)

NSAIDs adalah kelompok obat yang digunakan untuk mengurangi peradangan,
meredakan nyeri dan menurunkan demam. Obat ini tersedia dalam bentuk kapsul, tablet,
suppositoria atau obat yang dimasukkan dalam anus dan suntik. NSAIDs berkerja dengan
menghambat hormon pemicu peradangan. Untuk menggunakan obat ini digunakan resep
dokter terlebih jika memiliki riwayat penyakit asma, asam lambung, ginjal atau gangguan
pencernaan. Gel ini dapat digunakan selama tiga bulan.

2. Obat oles asam salisilat
Asam salisilat adalah obat yang digunakan untuk mengatasi masalah kulit, khususnya
kondisi yang disebabkan oleh penebalan dan pengerasan pada lapisan kulit seperti mata ikan,
kulit bersisik dan kutil. Obat ini juga dapat meningkatkan kelembapan kulit dan membuang
unsur yang menyebabkan sel kulit saling menempel. Diperlukan resep dokter untuk
mengonsumsi obat ini dan kamu dapat menggunakannya bersama krim fluorouracil.
Selain mengkonsumsi obat-obatan kamu juga dapat melakukan terapi seperti PDT
atau terapi photodynamic dengan mengoleskan bahan kimia pada kulit yang bermasalah.
Dokter juga dapat menggunakan cairan nitrogen untuk membekukan dan mengangkat
penyakit. Untuk kondisi yang lebih parah bisa dengan melakukan tindakan operasi dengan
scraping dan pengangkatan sel yang rusak.
Itulah penyebab dan cara mengobati dari penyakit keratosis aktinik. Penyakit
keratosis aktinik adalah penyakit yang terjadi pada kulit dan pada kasus serius
membutuhkan pengobatan. Kamu dapat menggunakan tabir surya ketika keluar rumah untuk
menghindari kulit kering dan memicu terjadinya penyakit kulit.